Palembang, 20 Agustus 2008
Televisi adalah salah satu media komunikasi massa yang selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam mencerdaskan bangsa.
Di Indonesia, pada saat ini (Agustus 2008)telah menggunakan udaranya sebagai penghantar siaran televisi yang jumlahnya lebih dari 10 saluran siar, dimana beberapa diantaranya bahkan telah mampu ditonton oleh masyarakat Indonesia yang berada di pelosok.
Hal tersebutlah yang menjadi alasan penulis untuk menyatakan bahwa media televisi (tv) selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pendidikan (media pembelajaran).
Dari sejumlah puluhan saluran tv tersebut, hanya satu saluran saja yang dikelola sendiri oleh negara. Ini berarti bahwa, saluran tv lainnya adalah milik independen (swasta) yang membutuhkan biaya cukup besar dalam "menghidupi" produksinya.
"Sang Pemilik" siaran tv swasta tersebut biasanya adalah pengusaha yang menjadikan media ini sebagai "lahan" garapannya juga sehingga ia berusaha untuk membuatnya tetap subur dan produktif. Telah sama-sama kita ketahui bahwa "pupuk" utama dari bisnis ini adalah pihak ketiga melalui pemasangan iklan maupun advertorial.
Selayaknya jua apabila iklan tersebut bermaterikan "serbuk-serbuk" kecerdasan yang mendidik sekalipun muatannya merupakan rangsangan bagi peningkatan daya beli masyarakat sekalipun seringkali produk yang dijual tersebut masih sulit sekali ditemukan di pelosok yang menangkap siaran tadi.
Hari ini, saya menyaksikan salah satu iklan rokok yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan. Dimana bunyinya kurang lebih seperti ini :
"PILIH KERJA ATAU GELAR ?" dimana latar belakang iklan tersebut adalah seorang mahasiswa yang keluar dari barisan para mahasiswa yang sedang berenang untuk menggapai gelar menuju satu pulau yang ditumbuhi hanya satu pohon kelapa hampir tumbang.
Apakah iklan ini hanya "jualan rokok ?" atau merupakan "rangsangan membeli rokok ?" atau lainnya ?? .... atau (maaf agak ekstreem) menyindir masyarakat agar lebih baik mencari kerja (asal dapat kerja) dari pada menjadi sarjana (yang insya'Allah kelak mampu menciptakan lapangan kerja) ?!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar