Rabu, Oktober 15
Cerdas - Kebebasan Finansial
Rabu, September 24
Daftar Produk Makanan Yang ditarik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan kemarin memerintahkan penarikan 28 jenis makanan berbagai merek karena menggunakan bahan baku susu asal Cina.
Inilah produk-produk tersebut:
Produk yang ditarik dari peredaran:
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah
3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4. Guozhen susu bubuk full cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7. Oreo Stick Wafer
8. Oreo Stick Wafer
9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10. M&M's Kembang Gula Cokelat Susu
11. M&M's Cokelat Susu
12. Snicker's (biskuit-nougat lapis cokelat)
13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14. Dove Choc
15. Dove Choc
16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19. Yili Prestige Chocliz
20. Yili Chestnut Ice Bar
21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23. Yili High Calcium Milk Beverage
24. Yili Pure Milk 205 ml
25. Yili Pure Milk 1 L
26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27. White Rabbit Creamy Candy
28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)
Sumber: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI
Kamis, Agustus 21
IKLAN TV
Televisi adalah salah satu media komunikasi massa yang selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam mencerdaskan bangsa.
Di Indonesia, pada saat ini (Agustus 2008)telah menggunakan udaranya sebagai penghantar siaran televisi yang jumlahnya lebih dari 10 saluran siar, dimana beberapa diantaranya bahkan telah mampu ditonton oleh masyarakat Indonesia yang berada di pelosok.
Hal tersebutlah yang menjadi alasan penulis untuk menyatakan bahwa media televisi (tv) selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pendidikan (media pembelajaran).
Dari sejumlah puluhan saluran tv tersebut, hanya satu saluran saja yang dikelola sendiri oleh negara. Ini berarti bahwa, saluran tv lainnya adalah milik independen (swasta) yang membutuhkan biaya cukup besar dalam "menghidupi" produksinya.
"Sang Pemilik" siaran tv swasta tersebut biasanya adalah pengusaha yang menjadikan media ini sebagai "lahan" garapannya juga sehingga ia berusaha untuk membuatnya tetap subur dan produktif. Telah sama-sama kita ketahui bahwa "pupuk" utama dari bisnis ini adalah pihak ketiga melalui pemasangan iklan maupun advertorial.
Selayaknya jua apabila iklan tersebut bermaterikan "serbuk-serbuk" kecerdasan yang mendidik sekalipun muatannya merupakan rangsangan bagi peningkatan daya beli masyarakat sekalipun seringkali produk yang dijual tersebut masih sulit sekali ditemukan di pelosok yang menangkap siaran tadi.
Hari ini, saya menyaksikan salah satu iklan rokok yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan. Dimana bunyinya kurang lebih seperti ini :
"PILIH KERJA ATAU GELAR ?" dimana latar belakang iklan tersebut adalah seorang mahasiswa yang keluar dari barisan para mahasiswa yang sedang berenang untuk menggapai gelar menuju satu pulau yang ditumbuhi hanya satu pohon kelapa hampir tumbang.
Apakah iklan ini hanya "jualan rokok ?" atau merupakan "rangsangan membeli rokok ?" atau lainnya ?? .... atau (maaf agak ekstreem) menyindir masyarakat agar lebih baik mencari kerja (asal dapat kerja) dari pada menjadi sarjana (yang insya'Allah kelak mampu menciptakan lapangan kerja) ?!
Selasa, Agustus 19
SDM Pendidikan di Sumsel
Namun, untuk meraih profesionalitas yang sesuai dengan kompetensinya dan memiliki teknik yang tinggi sehingga kemampuannya juga tinggi, SDM tersebut memerlukan pendidikan yang memadai dan pelatihan yang cukup.
Pertanyaan besar yang perlu dijawab dalam waktu singkat ini melalui tindakan nyata pemerintah daerah Sumsel dalam meningkatkan SDM Pendidikan, karena Pendidikan dan keterampilan masyarakat yang baik baru bisa dicapai apabila memiliki SDM pendidikan yang berkompeten dalam bidang tersebut sebagai infrastruktur utama.