Rabu, Oktober 15

Cerdas - Kebebasan Finansial

Dunia saat ini tengah mengalami krisis perekonomian yang dipicu dari rusaknya pasar modal. Bursa perdagangan saham terbesar "Wallstreet" tidak lagi mampu menahan desakan tersebut yang berakibat pada krisis moneter di Amerika Serikat.

Akibat yang lebih mengglobal dari itu adalah kekhawatiran dari negara-negara yang ada di dunia karena akan terjadinya Capital loss bagi industri mereka. (Syukur hal tersebut tidak sampai menimbulkan gejolak di tingkat masyarakat Indonesia - Baca rakyat secara umum).

Sebagai masyarakat dunia pada umumnya, ternyata memang kita tidak perlu untuk merasa khawatir akan kejadian kirisis tersebut, karena perekonomian rakyat tidak akan terganggu apabila rakyat telah memiliki kecukupan modal untuk kehidupannya sendiri (baik untuk menghidupi keluarga maupun menutupi biaya hidup sehari-hari).

Pertanyaan besar yang saat ini masih berlaku bagi rakyat di Indonesia - khususnya di Sumatera Selatan : Apakah sudah memiliki kecukupan modal tersebut ? 
Ternyata, kecukupan modal tersebut belum memenuhi kemampuan rakyat untuk dapat merasakan "kebebasan" secara finansial. Masih ada sebagian anggota masyarakat yang memperoleh penghasilan dari mata pencahariannya hanya cukup untuk perputaran roda perekonomian mereka selama kurang dari 1 (satu) minggu. 

Bagaimana Solusinya ?
Sesuai dengan kapasitas yang ada (dan pengalaman nyata !), penulis mencoba untuk mengajak kita semua mencoba sesuatu yang dijanjikan oleh banyak penyelenggara situs bisnis on-line melalui internet dengan mengumpulkan sedikit demi sedikit cent (baik EURO maupun DOLLAR US). Dimana pada prakteknya ternyata hal tersebut dapat menjadi side income bagi kita. 
Salah satu bisnis ini yang tidak akan menimbulkan resiko besar adalah dengan mengikuti bisnis "baca email dapat uang" yang diselenggarakan oleh Depacco.com (satu dari ribuan bisnis sejenis), untuk mengikutinyapun kita tidak dituntut mengeluarkan biaya pendaftaran.

Bagaimana caranya ?
Apabila anda masih cukup awam dengan bisnis tersebut, salah satu cara yang paling mudah melakukan pendaftaran adalah dengan meng-klink disini, atau anda copy kemudian paste link berikut ini "http://depacco.com/pages/index.php?refid=deroe" ke tempat browser internet anda seperti pada gambar :




Beberapa saat setelah mengisi data yang diperlukan maka penyelenggara bisnis tersebut akan menghubungi anda melalui  e-mail untuk konfirmasi sekaligus langsung memasukkan bonus sebesar €100 kedalam rekening sementara anda. (luar biasa bukan ?) anda hanya memerlukan sebuah e-mail pribadi yang juga bisa didapat secara gratis.

Dengan adanya fasilitas internet, sebenarnya masih banyak sekali kandungan bisnis semacam itu yang bisa membawa kita pada kebebasan secara finansial, sehingga perekonomian kita dalam keluarga akan cukup terjamin tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama dan mengganggu aktifitas lainnya seperti kegiatan bersosialisasi maupun religi. Bahkan juga bukan tidak mungkin, apabila media tersebut dapat menyatukan kita yang saling berjauhan untuk tetap menjaga tali silaturahmi dan selalu berkomunikasi.

Mari kita bersama-sama menyikapi perkembangan dengan lebih cerdas.

Rabu, September 24

Daftar Produk Makanan Yang ditarik

TEMPO InteraktifJakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan kemarin memerintahkan penarikan 28 jenis makanan berbagai merek karena menggunakan bahan baku susu asal Cina.

Inilah produk-produk tersebut:

Produk yang ditarik dari peredaran: 
1. Jinwel Yougoo Susu Fermentasi Rasa Jeruk 
2. Jinwel Yougoo Aneka Buah 
3. Jinwel Yougoo tanpa Rasa
4. Guozhen susu bubuk full cream
5. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Cokelat
6. Meiji Indoeskrim Gold Monas Rasa Vanila
7. Oreo Stick Wafer
8. Oreo Stick Wafer
9. Oreo Cokelat Sandwich Cookies
10. M&M's Kembang Gula Cokelat Susu
11. M&M's Cokelat Susu
12. Snicker's (biskuit-nougat lapis cokelat)
13. Dove Choc Kembang Gula Cokelat
14. Dove Choc
15. Dove Choc
16. Natural Choice Yoghurt Flavoured Ice Bar
17. Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar
18. Yili Bean Club Red Bean Ice Bar
19. Yili Prestige Chocliz
20. Yili Chestnut Ice Bar
21. Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk
22. Yili High Calcium Low Fat Milk Beverage
23. Yili High Calcium Milk Beverage
24. Yili Pure Milk 205 ml
25. Yili Pure Milk 1 L
26. Dutch Lady Strawberry Flavoured Milk
27. White Rabbit Creamy Candy
28. Yili Choice Dairy Frozen Yoghurt Bar (kembang gula)

Sumber: Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI

Kamis, Agustus 21

IKLAN TV

Palembang, 20 Agustus 2008

Televisi adalah salah satu media komunikasi massa yang selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam mencerdaskan bangsa.

Di Indonesia, pada saat ini (Agustus 2008)telah menggunakan udaranya sebagai penghantar siaran televisi yang jumlahnya lebih dari 10 saluran siar, dimana beberapa diantaranya bahkan telah mampu ditonton oleh masyarakat Indonesia yang berada di pelosok.
Hal tersebutlah yang menjadi alasan penulis untuk menyatakan bahwa media televisi (tv) selayaknya dapat dijadikan sebagai alternatif pendidikan (media pembelajaran).

Dari sejumlah puluhan saluran tv tersebut, hanya satu saluran saja yang dikelola sendiri oleh negara. Ini berarti bahwa, saluran tv lainnya adalah milik independen (swasta) yang membutuhkan biaya cukup besar dalam "menghidupi" produksinya.

"Sang Pemilik" siaran tv swasta tersebut biasanya adalah pengusaha yang menjadikan media ini sebagai "lahan" garapannya juga sehingga ia berusaha untuk membuatnya tetap subur dan produktif. Telah sama-sama kita ketahui bahwa "pupuk" utama dari bisnis ini adalah pihak ketiga melalui pemasangan iklan maupun advertorial.

Selayaknya jua apabila iklan tersebut bermaterikan "serbuk-serbuk" kecerdasan yang mendidik sekalipun muatannya merupakan rangsangan bagi peningkatan daya beli masyarakat sekalipun seringkali produk yang dijual tersebut masih sulit sekali ditemukan di pelosok yang menangkap siaran tadi.

Hari ini, saya menyaksikan salah satu iklan rokok yang bersinggungan langsung dengan dunia pendidikan. Dimana bunyinya kurang lebih seperti ini :

"PILIH KERJA ATAU GELAR ?" dimana latar belakang iklan tersebut adalah seorang mahasiswa yang keluar dari barisan para mahasiswa yang sedang berenang untuk menggapai gelar menuju satu pulau yang ditumbuhi hanya satu pohon kelapa hampir tumbang.

Apakah iklan ini hanya "jualan rokok ?" atau merupakan "rangsangan membeli rokok ?" atau lainnya ?? .... atau (maaf agak ekstreem) menyindir masyarakat agar lebih baik mencari kerja (asal dapat kerja) dari pada menjadi sarjana (yang insya'Allah kelak mampu menciptakan lapangan kerja) ?!

Selasa, Agustus 19

SDM Pendidikan di Sumsel

Globalisasi merupakan salah satu tantangan dengan tuntutan profesionalitas dan kemampuan tinggi dari SDM di setiap bidang dalam sendi-sendi masyarakat dunia.Tidak terkecuali bagi masyarakat Indonesia secara umum, ataupun masyarakat SumSel secara khusus.
Namun, untuk meraih profesionalitas yang sesuai dengan kompetensinya dan memiliki teknik yang tinggi sehingga kemampuannya juga tinggi, SDM tersebut memerlukan pendidikan yang memadai dan pelatihan yang cukup.
Pertanyaan besar yang perlu dijawab dalam waktu singkat ini melalui tindakan nyata pemerintah daerah Sumsel dalam meningkatkan SDM Pendidikan, karena Pendidikan dan keterampilan masyarakat yang baik baru bisa dicapai apabila memiliki SDM pendidikan yang berkompeten dalam bidang tersebut sebagai infrastruktur utama.